





Si kecil masih dalam tahap awal belajar makan makanan padat? Selain memastikan
makanan pendamping ASI (MPASI) bernutrisi: Moms juga harus ingat untuk
memperkenalkan tekstur makanan yang benfariasi pada si kecil, ya. Terlambat
memperkenalkan tekstur alias hanya memberi tekstur yang itu-itu saja, bisa memicu GTM (Gerakan Tutup Mulut) ketika si kecil diperkenalkan pada tekstur baru.
Di awali dengan
MPASI bertekstur lunak dan lembut untuk memudahkan si kecil menelan, dan perlahan seiring dengan
pertambahan usia, Moms perlu memvariasikan MPASI dan memperkenalkan tekstur
yang berbeda pada si kecil. Si kecil perlu mengenal tekstur
kenyal, liat, renyah, bahkan keras.
Variasi tekstur dalam MPASI sangatlah penting untuk mendorong si kecil belajar
mengunyah, menelan, dan memindahkan makanan dari pipi kiri ke pipi kanan. Hal ini semua merupakan bagian dari eksplorasi si kecil di masa pertumbuhannya.
Cara Memperkenalkan Variasi Tekstur dalam PAPAS!
Lalu bagaimana cara memperkenalkan variasi tekstur dalam MPASI pada si kecil? Simak caranya di bawah ini ya.
1. Lakukan dengan Konsisten
Si kecil butuh waktu untuk beradaptasi dengan tekstur makanan baru. Jadi,usahakan memberikan pengenalan secara konsisten,ya. Jangan langsung mengganti tekstur makanannya ketika si kecil menolak ketika ia baru pertama kali atau dua kali mencoba. Kuncinya adalah sabar,dan berkonsultasi pada dokter mengenai tekstur yang tepat dan sesuai dengan usianya.
2. Mulai dengan Porsi Sedikit
Saat mengenalkan makanan bertekstur baru, jangan langsung memberinya porsi yang melimpah. Mulai saja dengan porsi sedikit atau bisa juga Moms memvariasikan antara tekstur lama dengan tekstur yang baru. Dengan begitu, si Kecil tetap bisa menikmati makanannya karena ada tekstur yang 'akrab' dengan lidahnya.
3. Tidak Memaksa
Memaksa si kecil hanya akan membuatnya trauma. Bahkan, bisa membuat si kecil semakin menolak atau bahkan memuntahkan makanannya.
Si kecil tetap menolak makanannya? Sekali lagi, kuncinya adalah sabar dan konsisten. Moms bisa mencobanya lagi di waktu makan berikutnya atau besok.
4. Hindari Makan Sambil Nonton atau Main Gadget
Kadang untuk menyiasati anak yang GTM, Moms kerap menyiasatinya dengan memberi gadget untuk mengalihkan perhatian si kecil dari makanannya. Harapannya secara tidak sadar, si kecil mau membuka mulut dan menelan apapun yang Moms sodorkan.
Padahal cara ini justru akan memecah fokus Si kecil pada makanannya. Akibat fokus pada gadget, si Kecil tak akan menyadari perbedaan tekstur pada makanannya.
Dan untuk jangka panjanq, cara ini justru bisa jadi bumerang, karena bisa jadi si kecil malah akan jadi GTM kalau tidak diberi gadget.
5. Perkenalkan Secara Bertahap
Bertahap yang dimaksud di sini adalah memperkenalkan tekstur makanan dimulai dan halus, kemudian meningkat ke tekstur yang sedikit kasar, kenyal hingga keras.
Ada begitu banyak jenis tekstur makanan yang bisa Moms perkenalkan pada si Kecil. Jangan ragu untuk memperkenalkan semuanya. Meski mungkin beberapa di antaranya akan ada yang tidak disukai si Kecil.
Secara garis besar, IDAI menyarankan pemberian tekstur MPASI sebagai berikut:
• 6-8 bulan dimulai dengan bubur saring: halus, lembut, atau makanan lumat
• 9-11 bulan dilanjutkan dengan makanan cincang halal, cincang kasar dan kemudian ditingkatkan sampai makanan bisa dipegang dengan tangan bayi finger f ood) .
• 12 bulan ke atas mulai diberi makanan keluarga
Untuk membantu Moms memperkenalkan berbagai tekstur makanan pada Si kecil: Promina Sup Mi bisa menjadi salah satu pilihan untuk MPASI. Mi khusus balita ini tidak mengandung MSG dan bahan pengawet, sehingga aman dikonsumsi si kecil. Selain itu diperkaya dengan vitamin A, C. E, dan zinc untuk bantu jaga imunitas si kecil. Dengan tekstur kenyal namun lembut, ini bisa jadi pilihan MPASI sehat untuk si kecil yang sekaligus bantu stimulasi dan eksplorasinya.








