ZAT BESI, GIZI MIKRO DENGAN MANFAAT MAKRO

Hi Moms, pasti sudah tidak asing dengan sebutan zat gizi mikro kan? Sesuai namanya, zat gizi mikro dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang kecil. Namun jangan salah ya Moms meskipun sedikit, zat gizi ini sangat penting untuk tumbuh kembang optimal Si Kecil. Zat besi merupakan salah satu contoh zat gizi mikro yang sangat penting untuk dipenuhi. Kekurangan zat besi bisa berdampak sangat serius untuk kesehatan dan tumbuh kembang Si Kecil. Kali ini Promina akan berbagi mengenai manfaat zat besi, dampak jika Si Kecil kekurangan zat besi serta tips memenuhi kebutuhan zat besi harian Si Kecil.


MANFAAT ZAT BESI

Zat besi adalah salah satu mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk komponen sel darah merah yang berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Kekurangan zat besi akan menyebabkan jaringan dan organ tubuh kekurangan oksigen, yang pastinya akan mempengaruhi tumbuh kembang Si Kecil. Fungsi lain zat besi yang tidak kalah penting adalah untuk mendukung kecerdasan Si Kecil. Zat besi berperan penting dalam perkembangan sistem saraf yang diperlukan dalam proses mielinisasi, neurotransmitter, dendritogenesis dan metabolisme saraf. Sehingga tak heran ya Moms kalau kekurangan zat besi sangat mempengaruhi fungsi kognitif, tingkah laku, kemampuan dalam melakukan eksplorasi dan pertumbuhan Si Kecil.  Zat besi juga merupakan sumber energi bagi otot sehingga mempengaruhi ketahanan fisik Si Kecil. Selain itu, zat besi berperan penting dalam proliferasi sel dan pematangan sel imun khususnya sel darah putih. Sehingga tak heran jika zat besi juga sangat penting untuk menjaga sistem imun Si Kecil yang masih terus berkembang.


DAMPAK KEKURANGAN ZAT BESI

Ada beberapa dampak yang akan muncul jika asupan zat besi harian Si Kecil tidak terpenuhi, diantaranya adalah:

1.       Anemia defisiensi besi (ADB)

ADB merupakan masalah defisiensi nutrien tersering pada anak yang disebabkan oleh kurangnya zat besi dalam tubuh. ADB akan memberikan dampak yang negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil, salah satunya dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi. Selain itu, berkurangnya kandungan besi dalam tubuh juga dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan organ tubuh akibat pemenuhan oksigen ke jaringan berkurang. Masalah yang paling penting yang ditimbulkan oleh defisiensi besi yang berlangsung lama adalah menurunkan daya konsentrasi dan prestasi belajar pada anak.

2.       Terganggunya perkembangan sinaps – sinaps antar sel otak

3. Terganggunya pembentukan zat neurotransmitter yang penting dalam pengendalian emosi, pemusatan perhatian dan perilaku Si Kecil

4.       Terjadinya gangguan kognitif

5.     Terjadinya pembentukan selubung saraf yang penting dalam kecepatan berpikir anak

6.       Terganggunya pertumbuhan anak

 

 

TIPS MEMENUHI KEBUTUHAN ZAT BESI HARIAN

Berikut adalah beberapa tips memenuhi kebutuhan zat besi yang harus Moms perhatikan:

1.       Konsumsi makanan yang mengandung tinggi zat besi minimal 2 kali perhari

Moms, memenuhi kebutuhan zat besi yang paling baik adalah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi. Ada 2 jenis zat besi yang terkandung dalam makanan yaitu heme dan non heme. Heme terdapat dalam sumber hewani seperti daging merah termasuk hati sapi dan hati ayam, ayam, ikan dan kalkun. Sumber heme dapat diserap dalam tubuh sekitar 23%. Sedangkan non heme bisa didapatkan dari sumber nabati seperti bayam, telur dan kacang – kacangan. Penyerapannya sekitar 3-8%. Berikut makanan yang mengandung zat besi:

-        28 g daging sapi cincang: 0,8 mg

-        28 g daging kambing       : 1 mg

-        28 g hati ayam                   : 1 mg

-        28 g hati sapi                      : 1,7 mg

-        28 g bayam                         : 1 mg

-        28 g brokoli                        : 0,2 mg

 

2.       Mengonsumsi makanan yang mengandung tinggi vitamin C

Dikutip dari IDAI, vitamin C dapat meningkatkan penyerapan zat besi dari serealia dan sayuran sebanyak 2 kali lipat sehingga lebih banyak zat besi yang dapat diserap oleh saluran cerna. Masaklah makanan yang mengandung tinggi zat besi sambil menggunakan sumber vitamin C, seperti jeruk, jeruk limau, stroberi, brokoli, paprika.

 

3.       Hindari mengonsumsi susu atau teh pada saat makan utama

Apakah Moms sering memberikan teh atau susu pada saat makan utama? Jika iya, sebaiknya dihindari ya Moms karena kandungan kalsium yang tinggi pada susu dapat menghambat penyerapan zat besi karena penyerapan kalsium berkompetisi dengan penyerapan zat besi. Sementara itu, teh juga mengandung zat yang menghambat absorpsi zat besi.

 

4.       MP-ASI fortifikasi bisa menjadi pilihan alternative

Dikutip dari IDAI, salah satu cara yang penting juga untuk memastikan kecukupan zat besi adalah dengan mengonsumsi makanan yang telah difortifikasi. Kebutuhan zat besi harian Si Kecil adalah 11 mg. Untuk mencukupi jumlah ini, Si Kecil perlu makan hati ayam sebanyak 85 g sehari (setara 3 potong sedang) atau daging sapi sebesar 385 gram (hampir 1,5x porsi steak untuk orang dewasa). Tentunya jumlah ini sangat banyak ya Moms untuk bayi berusia 6-12 bulan, sehingga MPASI fortifikasi yang telah diperkaya zat besi dapat menjadi alternatif asupan yang mengandung tinggi zat besi. Pada saat memilih MPASI fortifikasi, Moms harus perhatikan kandungan zat besi yang ada di dalamnya ya.

 

Bagaimana Moms, sudah paham kan manfaat zat besi buat Si Kecil. Pastikan Si Kecil terpenuhi kebutuhan zat besinya ya Moms supaya tumbuh kembangnya bisa optimal.

 

Sumber:

dr Meta Hanindita, Sp.A (2018) Tanya Jawab Tentang Nutrisi di 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

IDAI (2017) Pastikan Bayi Anda Cukup Zat Besi? Available at: https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/pastikan-bayi-anda-cukup-zat-besi.

IDAI (2013) Anemia Defisiensi Besi Pada Bayi dan Anak. Available at: https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/anemia-defisiensi-besi-pada-bayi-dan-anak